Menjatuhkan orang lain tidak pernah menjadi jalan menuju kehormatan. Ia hanya membuat kesombongan berdiri lebih tegak, sementara martabat perlahan meninggalkan tempatnya.
Banyak luka berasal bukan oleh tangan yang memukul, tetapi oleh lidah yang merasa berhak menentukan nilai seseorang.
Satu kalimat berubah menjadi bisik-bisik. Dari bisik-bisik berubah menjadi penilaian. Penilaian menjlema hukuman. Padahal tidak satupun menusia diberi wewenang untuk mengukur seluruh isi hidup manusia lainnya.
Mencari kekurangan memang lebih mudah daripada mengakui kekurangan sendiri. Sebab cela orang lain selaluy tampak jelas dari kejauhan, sedangkan kesalahan dari diri sendiri tersembunyi di balik pembenaran yang terus dipelihara.
Tidak ada kemuliaan dalam kebiasaan mencibir. Tidak ada kebesaran dalam kegemaran mempermalukan. Setiap hinaan yang dilepaskan hanya memperlihatkan betapa sempirnya ruang yang disediakan hati untuk menerima perbedaan.
Udah tidak meninggalkan bekas pada kulit, tetapi sanggup menyisakan luka yang bertahan bertahun-tahun. Kalimat yang dianggap sekedar gurauan dapar berubah menjadi beban yang terus dibawa seseorang kapanpun ia melangkah. Tidak semua luka mencari darah, sebagian memilih tinggal di dalam ingatan.
Karena itu…..
Tidak semua yang layak dipikirkan harus diucapkan, tidak semua yang terlihat pantas dijadikan bahan pembicaraan. Menjaga lisan bukan tanda kehilangan keberanian. Justru di sanalah kebijaksanaan menemukan bentuknya.
Pohon tidak penah meninggi dengan menebang pohon lain. Sungai tidak menjadi jernih dengan mengeruhkan aliran di sebelahnya. Langit tidak kehilangan luasnya hanya karena ada bintang lain yang bersinar. Dan kehormatan, ia tidak tumbuh dari runtuhnya sesama.
Kelak manusia tidak dikenang karena pandai menemukan cela. Yang tetap akan dikenang dan akan hidup selamanya dalam ingatan ialah mereka yang menjaga lisannya ketika memiliki kesempatan untuk melukai. Yang memilih menghormati ketika dunia sibuk merendahkan dan yang tetap memelihara martabat tanpa harus merampas martabat orang lain.


0 Komentar